Sudah hampir enam bulan ini, siswa di SMPN I Ngariboyo, Kabupaten Magetan setiap masuk sekolah diwajibkan membawa air sebanyak 1,5 liter setiap siswa.
Kewajiban ini selain membebani siswa, juga berakibat merugikan warga sekitar sekolah, karena rekening air warga melonjak.
"Saya biasanya bayar rekening PDAM setiap bulannya hanya Rp 20 ribu, tp sejak enam bulan lalu bayarnya sampai Rp 60 ribu. Ini karena siswa yang rumahnya jauh dari sekolah selalu mengambil air dikran saya,"kata Boneran warga Desa/Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, salah seorang yang dirugikan akibat kebijakan SMPN I Ngariboyo, ini kepada Surya(Tribunnews.com Network), Kamis (17/10/2014).
Meski tahu, lanjut Boneran, siswa mengambil air dengan wadah botol bekas air minum kemasan, dia tidak bisa melarang, apalagi kebanyakan yang mengambil air lewat kran PDAM itu anak tetangga yang rumahnya agak jauh dari sekolahan.
"Gimana serba tidak enak. Kita juga punya anak, apalagi anak-anak sekolah itu juga anak tetangga disini,"kata pekerja serabutan ini.
Menurut Boneran, siswa SMPN I Ngariboyo itu selain mengambil air di tempatnya, juga ditempat warga yang lain termasuk di mushola desa setempat.
"Sama saja warga disini juga mengeluh, tapi tidak berani melarang apalagi sampai.memarahi. Di mushola rekening airnya juga membengkak,"jelas Boneran.
Seorang takmir (pengurus) mushola Ar-Rohim yang dikonfirmasi Surya membenarkan, meski dia menolak disebut identitasnya.
"Iya anak anak sekolah itu setiap pagi selalu mengambil air di tempat wudhu, tapi saya nggak berani melarang. Segan sama orangtuanya,"kata lelaki bertubuh kerempeng ini.
Kepala Sekolah SMPN I Ngariboyo, Kabupaten Magetan Eny Widayati, yang dikonfirmasi tidak ada ditempat setelah Surya(Tribunnews.com Network) mengisi buku tamu, padahal sebelumnya salah seorang guru mengatakan Kepala Sekolah ada ditempat.
"Mohon maaf Ibu Kepala baru saja rapat ke Korpri, Magetan. Kami tidak berhak memberikan koterangan pers," kata staf KTU SMPN I Ngariboyo, yang menolak menyebut namanya kepada Surya.
Meski begitu staf TU ini sempat menjawab, keharusan membawa air itu untuk menyirami taman sekolah terutana yang ada di depan kelas masing masing.
"Kewajiban membawa air baru di musim kemarau ini saja. Itu toh untuk kelas masing masing dan kalau air sisa, untuk taman sekolah,"katanya sambil mengatakan jumlah total siswa di SMPN I Ngariboyo sebanyak 540 anak.
sumber tribunnews.com